Kuliah Tanpa Bangku - 2

Disuatu sore setelah mandi, sholat Asar dan kebetulan tidak ke TPQ, sambil santai, saya menontn TV. Yang saya tonton adalah channel yang menayangkan pengajian. Alhamdulillah sore ini pengajian diiisi oleh Habib Novel.

Tausiyah beliau dimulai dari cerita beliau yang pada suatu malam sedang mengantarkan putranya untuk membeli jajanan martabak dan terang bulan. Putra beliau ditemani sopir menghampiri penjual, sedangkan beliau menunggu di dalam mobil.

Tiba-tiba beliau melihat di pinggir jalan, ada seorang laki-laki tua yang membawa tas kresek dan tidur di pinggir jalan berbantal lengan. Habib Novel mengenali orang tersebut dan segera menghampirinya dan ternyata bapak tua itua adalah sahabat karib abahnya. Niat beliau adalah birrul walidain dengan cara menyambung tali silaturrahim dengan sahabat orang tua beliau.

Setelah bercakap-cakap sejenak, bapak tua tersebut memberikan pesan kepada Habib Novel beberpa hal berikut :

Ø Jika ingin tidur dengan pulas, tidak perlu tidur di kasur yang mahal, tetapi cukuplah lelahkan ragamu maka kamu akan tidur dengan nyenyak.

Ø Marah tidak akan menyelesaikan masalah atau merubah keadaan, tetapi malah membuat badan kita sakit.

Ø Seneng no atimu, bergembiralah yang penting tidak melanggar syariat

Ø Jagalah kesehatan dengan berjalan kaki 

Selain beberapa pesan dari bapak tua tersebut, Habib Novel juga mengambil pelajaran dari penjual maratabak dan terang bulan, yakni jika kita ingin sesuatu yang enak, maka kita harus mau mengikuti proses. Makanan agar enak dimakan, maka terlebih dahulu dibersihkan, dipotong-potong, diaduk, kemuadian digoreng, dipanasi ataupun dibakar sampai matang. Demikian pula dalam kehidupan, bila kita ingin mendapatkan ilmu, pekerjaan ataupun jabatan, maka kita terlebih dahulu harus mengikuti semua proses mulai dari mencari ilmu, mencari pekerjaan, bekerja mulai dari bawah, dan seterusnya.

Mengakhiri tausiyah, Habib Novel berpesan agar kita senantiasa memuliakan orang tua, agar suatu saat bila kita diberikan umur panjang dan menemui masa tua, Allah SWT akan mengirimkan orang yang akan memuliakan kita.

Wallahu a’lam bisshowab.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip hidup di usia 47

Calon Sarjana yang Menjadi Juara

Kuliah Tanpa Bangku - 3