Bila Panggilan Itu Tiba
Bahagia yang tiada terkira ketika akhirnya saya berhasil mengantarkan seorang sahabat untuk mendaftarkan haji. Kebahagiaan itu sesungguhnya bahagia yang disebabkan karena ia telah mendapatkan hidayah dari Allah swt.
Berawal dari pengurusan KTP-nya, sebab orang yang mendaftarkan haji di Tulungagug adalah orang yag mempunyai KTP el Tulungagung. Semula disebabkan karena ia merantau ke kota Batam, ia mempunyai KTP el sebagai penduduk Batam.
Sebelum mengurus KTP, tentunya diharuskan merubah KK terlebih dahulu. KK bisa diurus jika ada surat pindah dari Batam. Alhamdulillah masih ada keluarga disana yang bisa menguruskan. Surat pindah, jangan dipikir seperti dulu, dikirim lewat POS berhari-hari. Di zaman modern ini, surat pindah cukup dikirim file-nya saja melalui WA, untuk kemudian diprint sendiri. Tentang tanda tangan dan stempel, mungkin anda bertanya demikian. Tenyata hal tersebut sudah teratasi dengan scan barkode yang ada pada surat tersebut untuk mengetahui pengesahannya.
Setelah KK jadi, tahapan selanjutnya adalah pengurusan pembuatan KTP. Alhamdulillah pengurusannya juga cepat tanpa kendala apapun satu hari jadi. Saya bilang pada sahabat saya, “ Saya minta ongkos untuk pengurusan semuanya itu“. Dia bertanya “ Berapa ongkosnya ?”. Kemudian saya menjawab, “ Saya ingin kamu daftar haji” dan iapun menyetujuinya.
Sebenarnya sudah agak lama ia saya sarankan untuk mendaftar haji. Karena saya melihat ia sudah punya rumah yang bagus, mobil ada dan juga penghasilan yang lebih dari cukup. Namun saat itu belum juga tergerak hatinya untuk mendaftar, dengan alasan KTP-nya masih KTP Batam.
8 bulan kemudian setelah ajakan saya itu tiba-tiba ia berkata bahwa ia akan segera transfer uang untuk menyetor biaya haji. Syukur alhamdulillah akhirnya ia kembali bertekad untuk mendaftar haji meskipun tidak bersama istrinya. Ia berkata “menunggu hidayah”, ketika saya tanyakan mengapa sekalian istrinya tidak didaftarkan.
Setelah urusan menyetorkan uang di bank selesai, proses selanjutnya adalah mendaftarkan diri ke Kemenag Tulungagung. Namun karena ini masih masa pandemi, jumlah orang yang mendaftarkan haji dibatasi 10 orang tiap hari. Dan kuota 10 orang itu oleh petugas Kemenag sudah dibagikan kepada petugas bank yang ada. Akhirnya setelah menunggu kurang lebih 10 hari, saya mengantarkan sahabat saya ke Kemenag.
Proses di Kemenag alhamdulillah sangat lancar, karena memang sudah di daftarkan oleh petugas bank. Terlihat di ruangan tersebut, seorang ibu muda yang berusaha mendaftarkan diri pada hari itu dan berdebat sengit dengan pegawai urusan haji. Kelihatannya ia tidak memahami kebijakan di tiap-tiap kabupaten yang berbeda-beda. Itu terdengar dari alasannya ia ngotot agar dikabulkan daftar hari itu.
Urusan haji urusan ibadah, urusan akhirat, saya meyakini, bila sudah bertekad, tidak boleh mundur, semua harus diurus dengan kebaikan, insyaAllah segala jalan akan dipermudah oleh Allah swt. Amin .
Komentar
Posting Komentar