BUKAN SEBUAH KEBETULAN

Keinginan bergabung di sebuah grup Literasi ini bermula ketika saya sering membaca status WA seorang teman, yakni bapak Dr. NGAINUN NAIM. Sepertinya menulis itu sebuah pekerjaan yang istimewa, baru, menantang dan tidak semua orang bisa melakukan. Dan yang paling penting adalah dengan menulis saya berharap, saya bisa mencatat apa saja pelajaran kehidupan yang telah saya alami agar kedepan saya bisa lebih berhati-hati dan bisa untuk modal dalam memperbaiki diri.

Dengan mengumpulkan segenap keberanian, saya menghubungi beliau (Dr. NGAINUN NAIM) melalui WA. Saya "matur" bahwa saya ingin gabung di grup Literasi yang beliau bentuk. Dan alhamdulillah mendapatkan respon dengan mengajukan beberapa persyaratan. Setelah saya baca beberapa persyaratan tersebut kemudian saya menyatakan "setuju". Tapi dengan embel-embel, bila suatu hari ada satu dan lain hal yang membuat saya keberatan, saya juga akan "matur" lagi kepada beliau. 

Sudah masuk di grup Literasi. Sejuta kecamuk muncul, bingung apa yang mau saya tulis. Bagaimana dan bagaimana? Saya amati chatting an di grup, kemudian ada admin dan saya hubungi. Saya bertanya, dek.. Menulis nya bagaimana? Tentang apa? Seberapa panjangnya? Kemudian dek admin menjawab, tulisan bebas bu tentang apa saja, panjang juga bebas. Pokoknya nulis saja bu. 

Sedikit lega ada sedikit jalan. Kemudian di grup ada informasi... Akan ada webinar tentang menulis. Salah satu nara sumbernya adalah juga bapak Dr. Ngainun Naim. Saya berpikir, topik yang bagus ini, inilah ilmu yang saya inginkan yaitu ilmu bagaimana cara menulis dan seterusnya. Setelah mengikuti webinar tersebut, memanglah benar, saya jadi tahu sedikit pengetahuan tentang menulis, tetapi hal itu justru membuat saya hanya berpikir dan berpikir. Ternyata menulis itu syaratnya harus begini dan begitu. Padahal saya belum bisa begini dan begitu itu. Rasanya hampir padam keinginan menulis saya. Dikarenakan banyak pertimbangan karena mengetahui syarat menulis yang baik tersebut. 

Akhirnya saya belum memulai menulis juga. Disamping kebingungan tersebut, saya juga disibukkan oleh tugas dari KKG PAI, yakni membuat RPP Daring, menyimak setoran ngaji para siswa, memberi privat mengaji dan seterusnya. Ditambah kondisi badan sedang datang bulan, yang menyebabkan tensi saya turun dan pusing... Akhirnya dengan tempo waktu yang harusnya saya bisa setor tulisan di grup... Terpaksa tidak terlaksana. Saya izin kepada mas admin... Mas saya sakit saya belum bisa setor tulisan. Dengan ramah mas admin menjawab, iya bu tidak apa-apa semoga segera sembuh. 

Dua hari menjelang hari Sabtu, yakni hsri yang saya sepakati untuk setor tulisan, saya di japri beliau, bapak Dr  Ngainun Naim. Beliau memotifasi saya untuk segera memulai menulis. Saya menjawab jujur dab sedikit curhat, saya bingung pak... Dengan sedikit bercanda beliau bilang, "kalau tidak dimulai sampai pensiun pun tidak akan jadi menulis, mau menulis kok kakean mikir"  Saya tersenyum dan dalam hati tumbuh lagi keinginan untuk memulai menulis. 

Siang hari saya dijapri bapak Dr. NGAINUN NAIM, sore hari saya membaca grup Literasi tersebut yang semula karena tidak setor tulisan, saya tidak berani membuka. Dengan izin Allah, ada seorang ibu masuk grup baru. Pikir saya, saya japri ahh barangkali saya mau sedikit tanya-tanya ataupun curhat, karena sama-sama baru masuk grup. 

Ibu itu saya japri dan sedikit berkelan. Subhanallah wal hamdulillah. Saya tidak pernah tahu dan menyangka, ternyata beliau adalah tetangga desa, kakak kelas saya waktu SMP, dosen IAIN Tulungagung dan yang lebih membuat saya terkejut adalah beliau adalah seorang penulis buku. Di grup beliau membagikan sebuah tulisan dan sudah saya baca. Dan kemudian berbekal dari saya membaca tulisan ibu Dr. Eny Setyowati itulah saya berani membuat tulisan dan saya setor kan. 

Akhirnya,  inilah kehendak Allah, Allah lah yang menggerakkan hati dan pikiran saya untuk ingin menulis, Ia jugalah yang mengirimkan orang-orang untuk membuka jalan saya untuk bisa belajar berbicara melalui sebuah tulisan . Semua tidak ada yang kebetulan, tetapi telah diatur oleh Nya. 
Wallahu a'lam

Balerejo, 23 Juli 2020 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prinsip hidup di usia 47

Calon Sarjana yang Menjadi Juara

Kuliah Tanpa Bangku - 3